Lama Baca 3 Menit

Jet Tempur “Flying Shark” J-15 China Jadi Sorotan setelah Insiden dengan Jepang di Miyako Strait

30 December 2025, 11:36 WIB

Jet Tempur “Flying Shark” J-15 China Jadi Sorotan setelah Insiden dengan Jepang di Miyako Strait-Image-1
Dikenal sebagai "Hiu Terbang", J-15 adalah jet tempur berat berbasis kapal induk bermesin ganda pertama buatan dalam negeri China. Foto: AFP/Getty Images/TNS

Bolong.id - Jet tempur pembom kapal induk China Shenyang J-15 yang dijuluki Flying Shark kembali menjadi sorotan setelah terlibat dalam konfrontasi taktis dengan pesawat tempur Jepang di perairan dekat Miyako Strait, timur laut Taiwan. 

Dilansir SCMP, Minggu (28/12/25), Insiden ini terjadi pada 6 Desember ketika jet-jet J-15 yang lepas landas dari kapal induk Liaoning dilaporkan mengunci radar kontrol tembakan mereka pada pesawat tempur F-15 Jepang dua kali, masing-masing selama sekitar setengah jam, menurut pernyataan militer Jepang. Tindakan penguncian radar semacam itu pada umumnya dipandang sebagai langkah pra-tembakan dalam skenario pertempuran udara. 

Jet tempur J-15 merupakan pesawat tempur berbasis kapal induk generasi 4.5 yang telah beroperasi lebih dari satu dekade di Angkatan Udara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army Navy Air Force). Jet ini dirancang untuk mendukung operasi militer di titik-titik rawan konflik, seperti Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan. 

Pemerintah Jepang secara eksplisit mengungkapkan keprihatinan atas penggunaan radar kontrol tembakan oleh jet-jet China terhadap pesawat mereka, yang menandai kali pertama Tokyo secara terbuka menuduh militer China melakukan tindakan semacam itu. Sementara itu, Beijing menyatakan bahwa pesawat-pesawat Jepang terbang terlalu dekat dengan armada kapal induk mereka dan mengganggu latihan militer yang sedang berlangsung, serta saling menuduh provokasi satu sama lain. 

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas angkatan laut dan udara China di wilayah yang strategis bagi keamanan regional Asia Timur dan berdampak pada ketegangan antara Jepang dan China serta para sekutu mereka, termasuk Amerika Serikat yang berkepentingan dalam stabilitas kawasan. 

Jet J-15 sendiri dikembangkan berdasarkan desain Sukhoi Su-33 dan diproduksi oleh Shenyang Aircraft Corporation. Pesawat ini merupakan elemen penting dari kemampuan proyeksi kekuatan angkatan laut China melalui operasi berbasis kapal induk di perairan jauh dari daratan China. 

Informasi Seputar Tiongkok